Pencarian

Toshiba Stop Produksi Laptop pada 2020, Ini Kronologi dan Dampaknya bagi Pengguna

Selasa, 11 Agustus 2026 • 00:55:01 WIB
Toshiba Stop Produksi Laptop pada 2020, Ini Kronologi dan Dampaknya bagi Pengguna
Toshiba resmi menghentikan produksi laptop pada 2020 setelah menjual seluruh saham divisi PC-nya kepada Sharp.

MALUKU UTARA — Keputusan Toshiba untuk keluar dari bisnis laptop tidak terjadi secara tiba-tiba. Perusahaan yang bermarkas di Tokyo ini telah menjual mayoritas saham divisi PC-nya kepada Sharp pada 2018, sebelum akhirnya menghentikan total produksi dua tahun kemudian. Nama Toshiba sendiri sempat bertahan di perangkat tertentu melalui skema lisensi, namun secara teknis, perusahaan induk tidak lagi memproduksi laptop.

Mengapa Toshiba Memilih Keluar dari Pasar Laptop?

Persaingan harga yang semakin agresif menjadi faktor utama. Pemain seperti Lenovo, HP, Dell, dan Asus mampu menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga yang lebih kompetitif, mempersempit ruang gerak Toshiba yang selama bertahun-tahun mengandalkan reputasi durabilitas.

Selain itu, struktur internal perusahaan tengah goyah. Skandal akuntansi pada 2015 memaksa Toshiba melakukan penjualan aset besar-besaran untuk menutup kerugian. Divisi laptop, yang marginnya tipis, menjadi salah satu korban pertama dalam rencana penyelamatan keuangan tersebut.

Dari Dynabook hingga Akuisisi Sharp

Toshiba memperkenalkan laptop pertama yang diproduksi massal di dunia pada 1985 dengan nama T1100. Lini produk ini kemudian berkembang menjadi seri Dynabook yang cukup populer di kalangan profesional dan pelajar di Asia, termasuk Indonesia.

Pada Juni 2018, Sharp membeli 80,1 persen saham divisi PC Toshiba senilai 36 juta dolar AS (sekitar Rp 594 miliar). Sisa sahamnya dijual pada 2020, dan sejak saat itu Sharp sepenuhnya mengendalikan bisnis laptop yang dulu dikenal sebagai Toshiba PC Corporation. Produk-produk tersebut kini dipasarkan dengan merek Dynabook.

Apa yang Terjadi pada Laptop Toshiba yang Sudah Beredar?

Pengguna yang masih memakai laptop Toshiba tidak perlu khawatir soal garansi dan suku cadang dalam jangka pendek. Kalaupun ada kebutuhan servis, konsumen tetap bisa menghubungi pusat layanan resmi yang kini dikelola di bawah naungan Dynabook.

Namun, pembaruan perangkat lunak dan driver untuk model-model lama kemungkinan akan berhenti secara bertahap. Ini berarti pengguna yang masih mengandalkan laptop Toshiba keluaran 2015 ke bawah perlu mulai mempertimbangkan opsi upgrade, terutama jika perangkat mulai tidak kompatibel dengan sistem operasi terbaru.

Warisan Toshiba di Industri Laptop

Kontribusi Toshiba tidak bisa dihapus begitu saja. T1100 yang lahir pada 1985 menjadi fondasi bagi industri laptop modern—perangkat portabel dengan layar built-in, keyboard, dan baterai yang bisa diisi ulang. Sebelum Toshiba, "laptop" yang ada hanyalah prototipe atau produk niche yang tidak diproduksi dalam skala besar.

Keputusan untuk keluar pada 2020 memang menutup satu babak panjang, tetapi merek Dynabook yang kini dimiliki Sharp tetap melanjutkan garis keturunan teknologi tersebut. Bagi sebagian pengguna Indonesia yang masih menyimpan laptop Toshiba di rumah, perangkat itu kini bukan sekadar alat kerja, melainkan koleksi sejarah komputasi portabel.

Jika kamu masih memakai laptop Toshiba dan mengalami kendala, langkah paling praktis adalah memeriksa situs resmi Dynabook untuk pembaruan driver terakhir. Untuk kebutuhan baru, memilih laptop dari merek yang masih aktif memproduksi akan memberikan jaminan dukungan purnajual yang lebih panjang.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks