Pencarian

Konsul Jenderal Australia Todd Dias Pamit Setelah Tiga Tahun Perkuat Kerja Sama dengan Maluku Utara, Termasuk Program Kesehatan di Morotai

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:34:31 WIB
Konsul Jenderal Australia Todd Dias Pamit Setelah Tiga Tahun Perkuat Kerja Sama dengan Maluku Utara, Termasuk Program Kesehatan di Morotai
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, berpamitan setelah tiga tahun bertugas memperkuat kerja sama dengan Maluku Utara.

TERNATE — Jejak diplomasi Australia di Maluku Utara meninggalkan warisan konkret yang bisa dirasakan langsung oleh warga di pelosok. Selama tiga tahun bertugas, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, tidak hanya hadir dalam seremoni resmi, tetapi juga menyalurkan bantuan peralatan medis ke Klinik Hohidiai di Morotai serta mendukung pendampingan hukum bagi perempuan korban kekerasan.

Masa bakti Dias berakhir pada Agustus 2026. Ia dijadwalkan kembali ke Canberra untuk menjalankan penugasan baru di DFAT, dan posisinya akan digantikan oleh Sanchi Davis yang fasih berbahasa Indonesia.

Program INKLUSI dan Bantuan Medis di Morotai

Salah satu capaian yang ditinggalkan Dias adalah dukungan terhadap program Australia-Indonesia INKLUSI. Lewat program ini, Australia memfasilitasi KAPAL Perempuan bersama mitra lokalnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perempuan dan Anak di Morotai, untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan memenuhi hak-hak kelompok yang terpinggirkan.

Di sektor kesehatan, bantuan mengalir melalui Direct Aid Program. Klinik Hohidiai di Morotai menjadi salah satu penerima manfaat dengan tambahan sejumlah peralatan medis penting yang sebelumnya terbatas.

Kunjungan Terakhir di Halmahera Utara

Pada Juni 2026, Dias kembali menginjakkan kaki di Maluku Utara untuk menghadiri kegiatan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Halmahera Utara. Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Australia-Indonesia Institute.

Dalam kunjungan perpisahannya, ia sempat bertemu dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos serta Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah. Pertemuan itu menjadi penanda hubungan personal yang terbangun selama tiga tahun terakhir.

Kesan Perpisahan: "Sangat Sedih, tapi Bangga"

Menjelang kepulangannya, Dias menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Maluku Utara. Ia mengaku bahagia telah memberikan yang terbaik untuk mempererat hubungan kedua negara.

"Sangat sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas saya, tetapi saya merasa bahagia dan bangga karena telah memberikan yang terbaik selama tiga tahun terakhir untuk mempererat hubungan kedua negara kita," ujar Dias dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).

Dia secara khusus menyebut Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah sebagai tokoh yang memberi inspirasi selama bertugas. "Saya sangat mengapresiasi bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos yang selalu memberi inspirasi kepada kita semua, dan Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah," ucapnya.

Dias juga menitipkan pesan hangat untuk seluruh mitra kerja lokal. "Terima kasih atas persahabatan, dukungan, dan kehangatan luar biasa yang diberikan oleh seluruh masyarakat serta mitra kerja di Maluku Utara," katanya.

Apa yang Berlanjut Setelah Dias?

Roda kerja sama tidak berhenti di akhir masa jabatan Dias. Konsul Jenderal Australia yang baru, Sanchi Davis, disebut memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang mumpuni. Ini sinyal bahwa prioritas hubungan dengan Indonesia timur, termasuk Maluku Utara, akan tetap menjadi fokus utama misi diplomatik Australia di Makassar.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks