TERNATE — Polres Ternate menggelar apel siaga kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Ternate pada Selasa (11/8). Apel ini melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate, Basarnas, TNI, BMKG, Dinas Kesehatan, BPBD Kota Ternate, serta Sat Brimob Polda Maluku Utara.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, menyebut kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel dan prasarana. Selain itu, apel ini juga bertujuan memperkuat koordinasi serta kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan perkiraan BMKG, Maluku Utara telah memasuki musim kemarau sejak Juni hingga September 2026. Kondisi tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini,” kata Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto.
Perwakilan BMKG Ternate, Ike Talahatu, membenarkan bahwa fenomena kemarau panjang masih akan berlanjut. “Prakiraan kami, kemarau ini masih terus terjadi sampai September 2026,” jelasnya.
Kapolres menekankan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan kemampuan memadamkan api saat kebakaran terjadi. Menurutnya, upaya pencegahan justru menjadi kunci utama.
“Keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari pencegahan, mulai dari langkah preventif, edukasi, patroli terpadu, hingga tindakan deteksi dini,” sambungnya.
Usai apel, Kapolres bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Ternate dan tamu undangan melakukan pengecekan kendaraan operasional serta peralatan penanggulangan Karhutla. Pengecekan ini dilakukan guna memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika melihat potensi atau tanda-tanda kebakaran. Beberapa kanal pengaduan telah disiapkan oleh instansi terkait.