SULA — Jamaudin ditemukan di titik koordinat 0°52,369? LS, 126°22,119? BT, berjarak sekitar 55 mil laut dari daratan Lifmatola. Kru KM Multipar 01 yang sedang melintas di perairan utara Pulau Mangoli melihat korban dan langsung mengevakuasinya ke atas kapal untuk mendapat pertolongan awal.
Kronologi Tiga Hari Terapung di Laut
Jamaudin dilaporkan hilang sejak Selasa (29/9/2026) saat melaut dari Desa Fatkauyon. Warga sempat kehilangan kontak dengan korban hingga akhirnya laporan diterima aparat setempat.
Pencarian berlangsung selama tiga hari. Titik penemuan korban berada jauh dari lokasi keberangkatan, memisahkan daratan Lifmatola dengan perairan utara Pulau Mangoli yang dikenal memiliki arus cukup kuat.
Polisi Koordinasi dengan Kapten KM Multipar 01
Kasat Polairud Polres Sula AKP Reza Iskandar membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan nakhoda kapal yang menemukan korban.
"Kami sementara berkoordinasi sama kapten. Besok pagi anggota akan turun menjemput dan mengevakuasi nelayan tersebut," ujar Reza, Kamis malam.
Reza menyebut proses penjemputan akan dilakukan personel Polairud dengan menggunakan kapal patroli. Korban rencananya dibawa ke daratan untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Imbauan untuk Nelayan Kepulauan Sula
Kepolisian meminta seluruh nelayan dan warga Kepulauan Sula meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Cuaca yang cepat berubah disebut menjadi faktor risiko utama di perairan wilayah tersebut.
"Kami mengimbau kepada nelayan dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula pada saat melaut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, saling berkomunikasi dengan orang terdekat yang ada di laut, serta mengutamakan keselamatan," kata Reza.
Kabupaten Kepulauan Sula merupakan wilayah kepulauan dengan ratusan pulau kecil dan jalur pelayaran yang ramai dilalui kapal antarpulau. Insiden nelayan hilang di laut tercatat beberapa kali terjadi di perairan Maluku Utara, umumnya dipicu cuaca ekstrem dan keterbatasan alat komunikasi di atas kapal.