Pencarian

Basarnas Tutup Pencarian Nelayan Morotai Setelah 7 Hari, Korban Diduga Terbawa Arus hingga 90 Mil ke Samudra Pasifik

Senin, 28 September 2026 • 16:16:01 WIB
Basarnas Tutup Pencarian Nelayan Morotai Setelah 7 Hari, Korban Diduga Terbawa Arus hingga 90 Mil ke Samudra Pasifik
Basarnas menutup operasi pencarian nelayan Morotai setelah tujuh hari tanpa hasil.

MOROTAI — Operasi pencarian terhadap Kamaludin Bunga alias Foni (41) ditutup pada Rabu (24/9/2026) setelah tujuh hari dilaksanakan. Kepala Operasi Basarnas Pulau Morotai, Hidayat Hatar, menyatakan penutupan mengacu pada ketentuan masa operasi SAR yang berlaku.

Nelayan asal Desa Sambiki itu pertama kali dilaporkan hilang saat memancing ikan tuna di rumpon. Hingga hari ketujuh, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Mengapa Pencarian Dihentikan di Hari Ketujuh?

Hidayat menjelaskan masa operasi SAR memiliki batas waktu yang diatur regulasi. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kantor SAR Ternate sebelum memutuskan penutupan.

"Secara undang-undang nomor 29 tahun 2014 Itu, pelaksanaan pencarian operasi SAR maksimal 7 hari, kemarin kita sudah menyesuaikan sesuai dengan petunjuk Commen Center kantor SAR Ternate untuk mencover semua namun hasilnya masih nihil makanya kemarin kita sudah sampaikan dengan keluarga korban nanti kita melakukan infiltrasi ke kapal-kapal," ujar Hidayat.

Keputusan penutupan disampaikan langsung kepada keluarga korban. Basarnas menyebut keluarga telah memahami langkah tersebut.

Perhitungan Arus dan Angin: Korban Diduga Hanyut ke Perairan Internasional

Basarnas menganalisis pergerakan arus air dan arah angin menggunakan aplikasi pemantau. Hasilnya, korban diduga hanyut cukup jauh meninggalkan lokasi awal.

"Kami perhitungan arus dan angin. Makanya dia arah ke samudra Pasifik, agak jauh kisaran 7 sampai 90 mil kemarin," katanya.

Jarak tersebut membawa dugaan korban mengarah ke perairan internasional. Kondisi ini yang membuat pencarian aktif dihentikan meski korban belum ditemukan.

Basarnas Tetap Pantau Kapal Melintas di Perairan Morotai

Meski operasi aktif ditutup, Basarnas membuka ruang pemantauan lanjutan. Tim tetap siap bergerak jika ada petunjuk atau informasi baru soal keberadaan korban.

"kemarin kita sudah komunikasi nanti untuk tindak lanjutnya seperti itu. Kita lakukan monitor ke kapal-kapal ketika ada kapal yang lewat di perairan Morotai, baru kami evakuasi korban, kami juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah Pulau Morotai," timpalnya.

Komunikasi intensif juga dijalin dengan nelayan Desa Sambiki dan kapal-kapal yang melintas. Langkah ini untuk mempercepat evakuasi bila korban ditemukan.

Imbauan untuk Nelayan: Jangan Melaut ke Rumpon Saat Cuaca Ekstrem

Hidayat mengingatkan nelayan di Pulau Morotai agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca. Keselamatan menjadi prioritas utama saat melaut.

"Kami mengimbau nelayan-nelayan yang ada di Pulau Morotai agar ke depan kalau cuaca yang masih ekstrem kalau boleh jangan dulu melaut ke rumpon," tandasnya.

Imbauan ini menyusul insiden yang menimpa Foni. Warga berharap ada perhatian lebih terhadap keselamatan nelayan tradisional di wilayah tersebut.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks