Pencarian

Gubernur Maluku Utara Uji Inovasi Pengerasan Jalan Tani Tanpa Sirtu, Hemat Rp 50 Juta per Titik

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 16:16:31 WIB
Gubernur Maluku Utara Uji Inovasi Pengerasan Jalan Tani Tanpa Sirtu, Hemat Rp 50 Juta per Titik
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menguji kekuatan permukaan tanah hasil uji coba pengerasan jalan tanpa sirtu di kantor Dinas PUPR Maluku Utara.

SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Laos melihat langsung hasil uji coba pengerasan tanah di bagian belakang kantor Dinas PUPR Maluku Utara. Ia diterima Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar bersama jajaran. Dalam kunjungan itu, Sherly menguji kekuatan permukaan tanah yang telah mengeras dengan memukulnya menggunakan sekop.

Staf PUPR diminta melakukan hal serupa sebelum Sherly berdiskusi dengan Risman soal proses pengerjaan dan rencana penerapan inovasi tersebut. Metode ini memungkinkan pengerasan jalan hanya bermodal tanah yang dicampur semen dan bahan kimia khusus, tanpa material sirtu.

Tanah Harus Bersih dari Plastik dan Batu

Sherly menjelaskan pengerjaan dimulai dengan menyiapkan tanah yang bersih, lalu memadatkannya sebelum diberi campuran semen dan chemical. Ia menegaskan tanah yang dipakai tidak boleh terkontaminasi material lain.

"Jadi ini inovasi jalan tani versi Dinas PUPR. Tidak pakai sirtu, cukup tanah, tetapi harus dipastikan tidak ada kotoran, plastik, maupun batu. Murni tanah," kata Sherly.

Menurut Sherly, metode tersebut diklaim mampu bertahan hingga 10 tahun. Karena itu, ia berencana menerapkannya pada pembangunan jalan tani 2027 sebagai alternatif penggunaan sirtu.

"Jalan tani 2027 kita sudah pakai inovasi ini. Tidak pakai sirtu lagi. Setelah dibuka menggunakan dozer, langsung tanah, semen, dan campuran chemical," ujarnya.

Selisih Anggaran Rp 50 Juta Diusulkan untuk Drainase

Selain menawarkan metode pengerjaan berbeda, inovasi ini diharapkan menekan biaya pembangunan. Sherly membandingkan kebutuhan anggaran jalan tani menggunakan sirtu yang mencapai sekitar Rp 250 juta dengan metode campuran tanah, semen, dan chemical yang diperkirakan Rp 200 juta.

Dari perbandingan itu, terdapat potensi penghematan sekitar Rp 50 juta untuk setiap pekerjaan jalan. Sherly mengusulkan selisih anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membangun drainase di sisi kiri dan kanan jalan tani.

"Kalau bisa, Rp 50 juta itu buat saja drainase di kiri dan kanan jalan tani," katanya.

Menunggu Penerapan di Jalan Tani 2027

Dinas PUPR Maluku Utara masih menyempurnakan proses pengerjaan sebelum metode ini diterapkan secara luas. Uji coba di halaman kantor dinas menjadi dasar penilaian kekuatan permukaan sebelum masuk ke lokasi jalan tani.

Jika diterapkan pada 2027, metode pengerasan tanah ini berpotensi mengubah cara pembangunan jalan tani di Maluku Utara yang selama ini bergantung pada sirtu. Pemerintah provinsi juga membuka opsi mengalihkan selisih biaya konstruksi untuk melengkapi infrastruktur pendukung jalan.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks