Pencarian

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.883 per Dolar AS, Terapresiasi 16 Poin

Rabu, 07 Oktober 2026 • 11:20:01 WIB
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.883 per Dolar AS, Terapresiasi 16 Poin
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 16 poin ke level Rp17.883 per dolar AS pada Rabu (7/10/2026).

MALUKU UTARA — Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,09% ke level Rp17.883 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10/2026), naik 16 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.899. Penguatan tipis ini menjadikan rupiah salah satu dari sedikit mata uang Asia yang bergerak positif saat yen, dolar Taiwan, dan won justru melemah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pasangan USD/IDR bergerak di rentang Rp17.841,3 hingga Rp17.897 pada sesi pagi dan bertahan di sekitar Rp17.895 pada pukul 10.00 WIB. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi mata uang negara berkembang.

Dolar AS Melemah, Imbal Hasil Treasury Turun

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mencatat indeks dolar AS (DXY) turun 0,33% ke 101,83. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga turun 2,5 basis poin ke 5,28%, memberi ruang bagi mata uang Asia untuk menguat.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut investor memperkirakan The Fed akan lebih dovish karena data ekonomi AS mulai melambat. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga 25 bps lanjutan bulan ini turun ke 20,5%.

Pasar Menanti Risalah FOMC dan Cadangan Devisa

Pasar kini menanti risalah FOMC yang dirilis Kamis dini hari WIB, dari rapat yang menaikkan suku bunga ke 3,75-4,00%. Pelaku pasar juga menunggu rilis cadangan devisa September oleh Bank Indonesia.

Cadangan devisa akhir Agustus tercatat US$146,5 miliar, setara pembiayaan 5,4 bulan impor. Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Harga Minyak dan Arus Modal Asing Jadi Penghambat

Andry Asmoro mengingatkan harga minyak yang masih tinggi bisa membatasi penguatan rupiah. Brent naik 0,26% ke sekitar US$100,6 per barel akibat situasi keamanan di Timur Tengah.

Dari sisi aliran modal, investor asing membukukan jual bersih Rp629,87 miliar di seluruh pasar pada 6 Oktober, dengan total keluar Rp82,73 triliun sejak awal tahun. Andry menilai arus keluar dana asing dari pasar saham menjadi risiko bagi rupiah.

Sentimen Positif dari Bank Dunia

Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,7%.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pintu.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks