TERNATE — Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026 resmi berlangsung di Bela International Hotel Ternate, Maluku Utara. Kegiatan yang digelar Pemkab Halmahera Tengah ini diikuti 11 kabupaten, yakni Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Kepulauan Sangihe, Humbang Hasundutan, Minahasa Selatan, Bangli, Banyuwangi, Buton, Bojonegoro, Buru, dan Magetan.
Metode Gasing, singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, menjadi ruh pelaksanaan olimpiade. Pendekatan ini dirancang mengubah anggapan bahwa matematika adalah pelajaran sulit.
Metode Gasing Dinilai Terbukti Dongkrak Prestasi Siswa
Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menilai metode Gasing bukan sekadar ajang perlombaan. Menurut dia, metode ini menjadi terobosan bagi guru dalam menyampaikan konsep matematika agar lebih mudah dipahami siswa.
Ikram menyebut capaian daerahnya sebagai bukti. Halmahera Tengah tercatat dua kali meraih juara pertama tingkat nasional melalui ajang Gasing, serta juara ketiga tingkat internasional di Seoul, Korea Selatan pada November 2024.
"Potensi anak daerah itu luar biasa jika diberi kesempatan dan metode yang tepat. Seperti Uril dari Wairoro, Patani Selatan. Kalau tidak ada metode Gasing, tidak mungkin dia bisa bersaing di tingkat nasional," ujar Ikram.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Anggaran Halmahera Tengah
Ikram menegaskan, pendidikan bersama kesehatan menjadi prioritas utama Pemkab Halmahera Tengah. Kedua sektor itu berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia sehingga mendapat porsi anggaran yang besar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Tengah Mukhsin Ibrahim menjelaskan, tujuan utama Gasing adalah mengubah mindset siswa terhadap matematika.
"Matematika itu bukan pelajaran yang sulit. Kami ingin memperkenalkan kepada anak didik bahwa matematika itu sangat gampang, asyik dan menyenangkan," kata Mukhsin.
Wagub Maluku Utara Harap Peserta Tembus Tingkat Internasional
Olimpiade dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Dalam sambutannya, ia berharap ajang ini menjadi ruang bagi siswa mengembangkan kemampuan dan berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Pencipta metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, turut memberikan sambutan secara virtual. Pemkab Halmahera Tengah juga berharap kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi Maluku Utara kepada peserta dari berbagai daerah.
Partisipasi 11 kabupaten dari luar Maluku Utara menunjukkan metode Gasing telah menyebar ke sejumlah daerah. Bagi Halmahera Tengah, penyelenggaraan olimpiade nasional ini menjadi panggung pembuktian bahwa daerah kecil mampu mencetak prestasi di peta pendidikan Indonesia.