Pencarian

Taufik Adnan Amal, Penulis "Rekonstruksi Sejarah Al-Quran" Asal Maluku Utara, Tutup Usia

Selasa, 06 Oktober 2026 • 16:17:01 WIB
Taufik Adnan Amal, Penulis
Penulis "Rekonstruksi Sejarah Al-Quran" Taufik Adnan Amal tutup usia.

Ternate — Kabar duka itu pertama kali tersebar melalui grup percakapan WhatsApp di kalangan kolega dan sahabat almarhum. Murid Tonirio, dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Ternate, menelepon Marjorie, adik Taufik, pada Senin, 5 Oktober 2026, untuk memastikan kebenarannya. Keesokan harinya, Selasa, 6 Oktober 2026, pelayat datang silih berganti mengantar kepulangan almarhum ke muasal hakiki.

Taufik dikenal luas lewat karya-karyanya yang mengguncang tradisi kepenulisan studi Alquran di Indonesia. Ia bukan ulama sepuh yang menulis di penghujung usia. Ia menulis saat masih berusia pertengahan 20-an, usia yang oleh konvensi intelektual Islam saat itu dianggap belum layak untuk berbicara soal kalam Allah.

Buku Tipis Bersampul Hijau yang Membuat Geger Akademisi Makassar

Akhir 1989 atau awal 1990, sebuah buku tipis bersampul hijau tua dibawa seorang mahasiswa ke sekretariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Jalan Gunung Lompo Battang, Ujung Pandang. Judulnya "Tafsir Kontekstual Al-Quran: Sebuah Kerangka Konseptual", ditulis Taufik bersama Samsu Rizal Panggabean.

Buku itu memicu perdebatan di lingkungan IAIN Alauddin Ujung Pandang. Sejumlah dosen menyikapinya dengan perasaan ambigu. Murid Tonirio menduga ambiguitas itu muncul karena usia kedua penulis yang masih sangat muda untuk sebuah karya seputar Alquran.

Keberatan lain bersumber dari referensi yang dirujuk. Kalangan akademisi Makassar ketika itu tampak menyembunyikan keberatan terhadap karya ilmuwan Barat berbahasa Inggris yang dipakai kedua penulis. Alquran dipandang sebagai kalam Allah yang ahistoris dan transendental, sehingga terlalu mengandalkan tradisi intelektual Barat dinilai berisiko secara teologis.

Rekonstruksi Sejarah Al-Quran: Gebrakan Kedua 12 Tahun Kemudian

Dua belas tahun setelah buku pertamanya, Taufik kembali mengejutkan dunia studi Alquran lewat "Rekonstruksi Sejarah Al-Quran". Buku ini dinilai memukul hampir telak tradisi kepenulisan Alquran yang mapan.

Tanggapan yang muncul lagi-lagi ambigu. Murid Tonirio mencatat, orang-orang yang keberatan bukan karena isi buku dianggap menyimpang, melainkan karena karya Islamolog Barat terlalu dominan menjadi rujukan. Setelah buku itu, almarhum tidak menerbitkan karya baru.

Murid Tonirio menduga Taufik enggan menanggapi keberatan yang disampaikan secara lisan. "Almarhum seorang penulis. Dan seperti setiap penulis, tidak akan menanggapi keberatan yang disampaikan dengan berkata-kata lisan saja," tulisnya mengenang gurunya.

Bukan Metode Baru, Melainkan Keberanian Menggeser Perspektif

Taufik tetap taat pada kaidah-kaidah tafsir Alquran. Yang membuatnya berbeda adalah keberanian menggeser perspektif dari cara konvensional ke apa yang disebut perspektif Neo-Modernisme.

Untuk memahami almarhum secara utuh, Murid Tonirio menyarankan pendekatan sejarah intelektual. Dengan cara itu, pembaca akan bertemu dengan tradisi pemikiran Islam yang tumbuh belasan abad sebelumnya.

Naskah Tua Alquran dari Makeang yang Belum Sempat Dibukukan

Di sela ingatan menjelang pemakaman, Murid Tonirio mengenang Om Nan, ayahanda almarhum. Usai salat Jumat suatu ketika, Om Nan bercerita bahwa Taufik sedang menggarap buku baru tentang naskah-naskah tua Alquran di Indonesia.

"Salah satu naskah yang akan dibahas ditemukan di Maluku Utara. Sepertinya naskah itu berasal dari Makeang," kata Om Nan seperti dikutip Murid Tonirio.

Rencana buku itu tidak pernah terwujud. Taufik Adnan Amal pergi sebelum sempat menuntaskan kajian atas naskah-naskah kuno dari kampung halamannya sendiri. Karya-karya akademiknya yang tersisa menjadi jejak intelektual seorang cendekiawan Maluku Utara yang berani membaca ulang sejarah Alquran.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks