MOROTAI — Kabut asap menyelimuti sejumlah titik di pusat Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Pantauan di lapangan menunjukkan asap pekat menutupi lingkungan Lemonade, Tanah Tinggi Desa Gotalamo, Desa Daeame, Desa Yayasan, Daruba, Muhajirin, hingga Desa Pandanga. Kondisi itu membuat jarak pandang pengendara menurun tajam.
Kabut Asap Terlihat Sejak Tengah Malam
Fahri, seorang pengendara roda dua, mengatakan kabut asap mulai terlihat sejak Jumat malam, 2 Oktober 2026. Ia menduga ada kebakaran di sekitar wilayah tersebut.
"Kabut sudah terjadi sejak jam 12 malam kemarin kabut asap sudah terlihat. Kemungkinan ada kebakaran di seputaran sini," ujar Fahri.
Fahri mengaku khawatir karhutla yang memicu kabut asap bisa memperburuk kualitas udara dan mengganggu kesehatan warga. Ia juga menyoroti risiko bagi pengendara yang melintas di jalanan berkabut.
"Jarak pandang menurun, sangat berisiko bagi pengendara, baik roda dua, roda tiga dan roda empat," tandasnya.
Risiko Bagi Pengendara dan Kesehatan Warga
Kabut asap yang menutupi jalan membuat pengendara sulit melihat kondisi lalu lintas di depannya. Risiko kecelakaan meningkat, terutama pada pagi dan malam hari saat intensitas asap lebih pekat.
Selain gangguan jarak pandang, paparan asap dalam waktu lama berpotensi memicu gangguan pernapasan. Warga yang memiliki riwayat penyakit paru dan anak-anak disebut lebih rentan terdampak.
Titik Api Belum Teridentifikasi
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti titik api yang menyebabkan kabut asap tersebut. Pantauan di sejumlah lokasi hanya mendapati asap yang menyelimuti udara tanpa kepastian sumber kebakaran.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan penelusuran untuk memastikan lokasi karhutla. Penanganan cepat dinilai penting agar kabut asap tidak meluas ke wilayah lain di Pulau Morotai.