MALUKU UTARA — Hyundai resmi memperkenalkan Tucson XRT Pro 2027, versi off-road yang hanya dipasarkan di Amerika Serikat. Beda dari XRT biasa yang sekadar paket kosmetik, XRT Pro membawa ubahan mekanis nyata berupa ground clearance tambahan, ban all-terrain, dan sistem bantu off-road. Model ini melengkapi generasi kelima Tucson yang tampil lebih kotak dan agresif.
Hyundai memperkenalkan Tucson XRT Pro 2027 dalam sebuah acara tertutup di Jersey City, New Jersey, Amerika Serikat. Varian ini menjadi puncak jajaran Tucson terbaru dan diposisikan di atas XRT reguler yang sudah lebih dulu ada.
Perbedaan paling mendasar terletak pada pendekatan rekayasanya. XRT biasa hanya menawarkan perubahan visual, sedangkan XRT Pro mendapat sejumlah upgrade mekanis yang membuatnya lebih siap menghadapi medan ringan.
Mesin Hybrid Turbo 1.6 Liter Bertenaga 233 HP
Seluruh varian XRT, baik reguler maupun Pro, memakai powertrain hybrid yang sama. Kombinasi mesin turbo 1.6 liter empat silinder dengan motor listrik dan paket baterai kecil menghasilkan 233 tenaga kuda serta torsi 280 pound-feet.
Transmisi otomatis enam percepatan dan penggerak semua roda alias AWD tersedia sebagai standar. Akselerasi 0-60 mph berada di kisaran 8 detik lebih, sementara konsumsi bahan bakar menurut EPA sedikit di bawah 40 mil per galon gabungan.
Performa itu memang bukan yang tercepat di kelasnya, tapi cukup untuk kebutuhan harian. Kemampuan menarik beban XRT Pro mencapai 3.000 pound, naik 1.000 pound dibanding Tucson generasi sebelumnya.
Ground Clearance Naik 1,2 Inci dan Ban All-Terrain
Ubahan mekanis utama XRT Pro terlihat dari kaki-kakinya. Hyundai menambah tinggi pengendaraan 1,2 inci sehingga total menjadi 8,3 inci dari tanah.
Ban yang dipakai adalah Continental CrossContact all-terrain berukuran 235/50R18. Sudut masuk dan keluar juga dibuat lebih agresif, sementara kait pemulihan depan kini berfungsi penuh, bukan sekadar hiasan.
- Tinggi pengendaraan: 8,3 inci (naik 1,2 inci)
- Ban: Continental CrossContact all-terrain 235/50R18
- Kait pemulihan depan fungsional
- Paket cladding diperluas dengan aksen forged carbon
- Velg 18 inci dengan desain khusus XRT Pro
Paket pelindung bodi bawah juga diperluas dibanding XRT reguler. Hyundai menyebut pendekatan ini sebagai rekayasa dan desain off-road yang menyeluruh, bukan sekadar tempelan visual.
Smart Terrain Assist dan Target Speed
Selain perangkat keras, Hyundai menyematkan teknologi baru bernama Smart Terrain Assist. Sistem ini menganalisis kondisi permukaan jalan di depan dan menentukan tingkat traksi serta potensi selip.
Hasil analisisnya ditampilkan lewat skor terjebak berwarna hijau, oranye, atau merah. Sistem kemudian merekomendasikan jalur aman secara otomatis bagi pengemudi.
Fitur ini bekerja bersama Automatic Terrain Detection yang punya mode auto, salju, lumpur, pasir, dan batu. Perpindahan antar mode dilakukan secara cerdas untuk mengurangi tebak-tebakan saat berkendara di medan sulit.
Ada pula Target Speed, semacam cruise control off-road yang bekerja di rentang 1 hingga 16 mph. Sistem ini mengatur akselerasi dan pengereman secara otomatis sesuai kondisi medan, sehingga pengemudi bisa fokus pada kemudi.
Desain Eksterior Lebih Kotak dan Fungsional
XRT Pro memakai desain bumper khusus dengan detail bergaya rugged. Cladding frontal yang lebar membentang di fascia, dipadukan pelindung lengkung roda hitam yang membungkus bodi bawah dan side skirt.
Elemen desain skid plate menegaskan struktur pelindung bawah, meski belum jelas seberapa besar kontribusinya secara fungsional. Motif forged carbon pada area plastik memperkuat kesan purpose-built.
Semua ubahan ini menyatu dengan bahasa desain generasi kelima Tucson yang tampil lebih kotak dan agresif dibanding sebelumnya.
Kenapa XRT Pro Hanya untuk Amerika
Hyundai memposisikan XRT Pro sebagai pintu masuk ramah bagi pemilik yang belum berpengalaman off-road. Pembeli Tucson XRT Pro rata-rata bukan penggemar off-road hardcore, jadi pendekatan easy mode ini masuk akal secara strategi pemasaran.
Sayangnya, varian ini tidak akan menyentuh pasar di luar Amerika Serikat. Penggemar otomotif di Indonesia dan pasar global lain harus puas dengan Tucson reguler yang sudah lebih dulu dipasarkan.