JAILOLO — Musyawarah Kabupaten III PMI Halmahera Barat menetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai ketua baru periode 2026-2031. Forum yang berlangsung di Vila Gaba, Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo, itu berjalan tanpa pemungutan suara karena hanya ada satu bakal calon yang lolos verifikasi.
Muskab dihadiri Asisten 2 Setda Halbar Markus Seleky, Sekretaris PMI Provinsi Maluku Utara Dr. Syawal Abdu Adjid, Kepala BKAD Halbar Chuzaemah Djauhar, Kaban Kesbangpol Asnath Sowo, dan Kepala DPPKB Rosfintje Kalengit. Pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Halbar serta relawan dari KSR, TSR, dan PMR juga hadir dalam forum tersebut.
Mengapa Hanya Ada Satu Calon Ketua
Sekretaris PMI Halbar Rama K. Radjim menjelaskan bahwa penetapan aklamasi terjadi setelah masa jabatan petahana berakhir. Kondisi itu membuat hanya satu nama yang dinilai memenuhi syarat sebagai calon ketua.
"Dengan berakhirnya masa jabatan diri petahana maka hanya ada satu calon yang memenuhi syarat, yakni Hj. Chuzaemah Djauhar. Forum secara aklamasi menetapkan beliau sebagai Ketua PMI Halbar," kata Rama.
Prioritas Kerja PMI Halbar Lima Tahun ke Depan
Dalam sambutan perdananya, Chuzaemah meminta dukungan seluruh jajaran pengurus dan relawan PMI Halbar. Ia menyebut kepemimpinan yang diterimanya sebagai estafet yang harus dilanjutkan, bukan dimulai dari nol.
"Saya mohon dukungan, bantuan, dan kerja sama dari seluruh jajaran PMI dan para relawan untuk bersama-sama melanjutkan estafet kepemimpinan PMI Halbar," ujarnya.
Chuzaemah menyatakan akan meneruskan program yang sudah berjalan sekaligus memperkuat peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan. Ia menyoroti sejumlah bidang yang menjadi fokus kepengurusan baru.
"Saya berharap PMI Halbar terus meningkatkan peran strategis, mulai dari pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat, manajemen relawan yang profesional, pelayanan darah yang aman dan berkelanjutan, edukasi kesehatan masyarakat, hingga penanganan kebencanaan yang tangguh dan terkoordinasi," pungkasnya.
Empat Bidang yang Jadi Fokus Kepengurusan Baru
- Pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat sasaran
- Manajemen relawan yang profesional, termasuk pembinaan KSR, TSR, dan PMR
- Pelayanan darah yang aman dan berkelanjutan
- Edukasi kesehatan masyarakat serta penanganan kebencanaan yang terkoordinasi
Sejumlah pejabat daerah yang hadir menunjukkan dukungan lintas instansi terhadap kepengurusan baru PMI Halbar. Kehadiran perwakilan PMI Provinsi Maluku Utara juga menandai pengesahan hasil Muskab di tingkat kabupaten sebelum pelaporan ke pengurus provinsi.
Kepengurusan Chuzaemah akan menakhodai PMI Halbar hingga 2031. Program pelayanan darah dan kesiapsiagaan bencana menjadi dua urusan yang paling menuntut koordinasi lintas sektor di wilayah Halmahera Barat.