TERNATE — Kedatangan Rizal Marsaoly disambut Kepala SMP Negeri 5 Ternate bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan. Dalam pertemuan itu, Rizal berbagi pengalaman soal pentingnya meningkatkan kualitas guru dan mutu pembelajaran di hadapan para siswa dan guru.
Rizal menyampaikan pesan itu bukan tanpa alasan. Sebagai Ketua PGRI Kota Ternate, ia memandang Rabu Menyapa sebagai jalur komunikasi langsung dengan sekolah sekaligus cara memantau perkembangan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
Apa Isi Program Rabu Menyapa?
Program Rabu Menyapa membawa Rizal turun langsung ke sekolah-sekolah di Kota Ternate. SMP Negeri 5 menjadi persinggahan ketiga setelah SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 6 Ternate.
Dalam setiap kunjungan, Rizal menyoroti sejumlah variabel yang menentukan mutu pendidikan. Mulai dari kualitas guru, proses pembelajaran, hingga inovasi yang dikembangkan pihak sekolah.
"Kehadiran saya di sini sedikit berbagi cerita, berbagi pengalaman, bagaimana meningkatkan kualitas, mutu guru, mutu belajar menuju Generasi Emas 2045," kata Rizal.
Mengapa Sekolah Tak Bisa Bergantung pada Label?
Rizal menantang SMP Negeri 5 Ternate untuk mampu bersaing dengan sekolah lain di Kota Ternate. Tantangan itu, menurutnya, harus dijawab bersama oleh kepala sekolah, guru, dan siswa.
Ia mengingatkan bahwa setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kualitas sekolah tidak semata ditentukan oleh nama atau label, tetapi seberapa jauh sekolah terus berinovasi.
"SMP 5 ini harus bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Ini menjadi tantangan dari kepala sekolah maupun guru hingga para siswa," ujarnya.
"Semua sama. Tergantung inovasi dan lainnya dalam meningkatkan mutu pendidikan," katanya menambahkan.
Literasi dan Numerasi Jadi Fokus Pengawasan
Rizal meminta Dinas Pendidikan bersama kepala sekolah dan jajaran guru terus mendorong inovasi pembelajaran. Sekolah juga diharapkan mengambil bagian dalam menyukseskan berbagai program pendidikan nasional.
Secara khusus, ia menyinggung penguatan literasi dan numerasi. Program tersebut harus dikawal dan diterapkan secara konsisten di sekolah.
"Saya berharap program pusat yang diterapkan ini menjadi wajib untuk dikawal dan dilaksanakan," tegasnya.
Investasi SDM Dinilai Lebih Penting dari Tambang
Persiapan menuju Generasi Emas 2045, kata Rizal, harus dimulai sejak sekarang. Pendidikan menjadi salah satu fondasi untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan dan daya saing.
Ia menilai investasi sumber daya manusia punya nilai jangka panjang bagi daerah. Sumber daya alam seperti tambang memiliki keterbatasan, sementara kualitas manusia menjadi modal penting untuk menopang pembangunan di masa depan.
"Kita saat ini harus menginvestasikan sumber daya manusia. Kalau tambang bisa habis, tetapi kalau SDM siap maka akan menuju masa depan Ternate yang lebih baik," pungkasnya.