Pencarian

Haji Isam Borong 30% Saham BYAN, Low Tuck Kwong Tetap Pengendali

Minggu, 27 September 2026 • 13:53:01 WIB
Haji Isam Borong 30% Saham BYAN, Low Tuck Kwong Tetap Pengendali
PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi menandatangani perjanjian jual beli 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

MALUKU UTARA — PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam resmi menandatangani perjanjian jual beli 10.000.000.500 lembar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara 30% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Meski porsi Haji Isam melampaui kepemilikan pribadi Low Tuck Kwong yang tersisa 20,853%, manajemen BYAN menegaskan tidak ada perubahan pengendalian perseroan setelah transaksi rampung.

Komposisi Pemegang Saham BYAN Setelah Transaksi

Merujuk keterbukaan informasi BEI, berikut susunan kepemilikan saham BYAN jika transaksi rampung:

  • PT Jhonlin Baratama: 10.000.000.500 saham (30%)
  • Low Tuck Kwong: 6.951.170.541 saham (20,853%)
  • Elaine Low: 3.799.584.529 saham (11,399%)
  • PT Sumber Suryadana Prima: 10%
  • Publik: 21,3%
  • Lim Chai Hock (direksi/komisaris): 3,26%
  • Jenny Quantero: 2,8%

Manajemen BYAN Belum Kantongi Nilai Transaksi

Direktur Bayan Resources Alexander Ery Wibowo dan Alastair McLeod menyatakan perseroan tidak mengetahui nilai transaksi maupun target waktu rampungnya aksi korporasi tersebut. Manajemen juga belum menerima informasi tambahan soal status pemenuhan kondisi pendahuluan dari kedua penjual.

"Sampai dengan tanggal surat ini, kami belum memperoleh informasi tambahan dari Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low sehubungan dengan status pemenuhan masing-masing kondisi pendahuluan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI.

Yang jelas, berdasarkan informasi yang diperoleh perseroan, Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali Bayan Resources hingga surat tersebut diterbitkan.

Tidak Ada Rencana Rombak Direksi dan Komisaris

Manajemen BYAN memastikan belum ada rencana mengubah susunan direksi dan dewan komisaris pasca-transaksi. Perseroan juga belum menerima permintaan dari pemegang saham utama untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait perubahan susunan pengurus.

BYAN menegaskan tidak terlibat dalam proses transaksi. Negosiasi dilakukan sepenuhnya oleh para penjual tanpa melibatkan perseroan, direksi, dan komisaris selain Dato' Low Tuck Kwong.

"Pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan oleh para penjual dan tidak melibatkan Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan selain Dato' Low Tuck Kwong," ucap manajemen BYAN.

Sinergi dengan Grup Jhonlin Belum Dibahas

Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan soal strategi perseroan mempertahankan bisnis utama, rencana peningkatan produksi setelah persetujuan RKAB, belanja modal, ekspansi, diversifikasi, hingga potensi sinergi dengan PT Jhonlin Baratama dan kelompok usahanya. Manajemen belum bisa berkomentar karena transaksi belum rampung.

Bagi investor, status Low Tuck Kwong sebagai pengendali menjadi kunci. Sepanjang kendali tidak berpindah, arah strategis BYAN diproyeksi tidak berubah signifikan dalam waktu dekat. Namun masuknya Haji Isam ke jajaran pemegang saham terbesar membuka peluang sinergi bisnis batu bara dengan grup Jhonlin di kemudian hari, tergantung hasil pembahasan kedua pihak setelah transaksi tuntas.

Follow www.lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks