KEPULAUAN SULA — Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kepulauan Sula menggelar dialog publik dengan tema "KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa" di Waibak Cafe. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad KAHMI ke-60 tahun.
Dialog menghadirkan dua narasumber dengan bidang keahlian berbeda. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Perwakilan Maluku Utara, Brigjen Pol. Mirzal Alwi, S.I.K., membawakan topik "Pengendalian Narkoba Dalam Dimensi Menjaga Kedaulatan Bangsa". Sementara dari kalangan akademisi, Sosiolog Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Dr. Herman Oesman, S.Sos., M.Si., menyampaikan pembahasan bertajuk "Krisis Ekologi dan Ancaman Kedaulatan Bangsa".
Dua Isu Utama yang Diangkat
Pilihan tema dialog menyoroti dua persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kedaulatan bangsa. Isu lingkungan hidup dan bahaya narkoba bagi generasi muda menjadi fokus utama pembahasan.
Sekretaris panitia, Muhlis Umasugi, menyampaikan bahwa kegiatan milad KAHMI tersebut sengaja dirangkaikan dengan dialog publik. Narasumber yang dihadirkan pun dipilih dari kalangan yang berkompeten di bidangnya.
"Milad KAHMI ke 60 ini kami laksanakan dengan mendialogkan isu-isu terkini yakni tentang lingkungan hidup dan bahaya narkoba terhadap generasi muda yang sampaikan langsung oleh peneliti lingkungan dan kepala BNN Perwakilan Malut," ujar Muhlis.
KAHMI sebagai Mitra Kritis Pemerintah
Muhlis menegaskan bahwa dialog publik ini juga menjadi penanda posisi KAHMI sebagai organisasi intelektual. Menurutnya, KAHMI berperan sebagai mitra kritis pemerintah dalam setiap kebijakan yang dicanangkan.
"Sebagai mitra kritis kita tetap menjadi wadah civil Society yang mengawal kebijakan pemerintah dengan terus berdialog untuk menghadirkan semacam satu prespektif yang kritis," tutupnya.