TIDORE KEPULAUAN — Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari Lighthouse School Program (LSP) ini menempatkan penguatan budaya positif sekolah sebagai fokus utama. Para siswa tidak hanya dibekali teori kepemimpinan, tetapi juga dituntut merumuskan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi warga sekolah.
Ada tiga inovasi utama yang digagas peserta. Pertama, pembentukan Sistem Pengaduan Siswa sebagai kanal resmi bagi pelajar menyampaikan keluhan. Kedua, kegiatan Religious Day untuk memperkuat dimensi spiritual di lingkungan sekolah. Ketiga, School Production yang mengangkat cerita rakyat lokal Tidore sebagai bahan produksi siswa.
Melalui tema "Lead With Heart", para pengurus OSIS ditempa lima nilai utama: kejujuran, empati, akuntabilitas, ketangguhan, dan kerja sama. Materi ini dirancang agar siswa mampu memimpin dengan pendekatan yang menyentuh aspek manusiawi, bukan sekadar menjalankan instruksi organisasi.
Selain membekali siswa dalam merumuskan program OSIS, leadership camp ini juga melatih mereka membangun citra diri melalui portofolio yang menampilkan potensi, prestasi, dan pengalaman kepemimpinan sebagai bekal untuk meraih beasiswa di perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dalam meningkatkan kualitas calon pemimpin Maluku Utara. Lewat skema ini, pembinaan kepemimpinan siswa tidak berhenti di level sekolah, tetapi terhubung dengan kebutuhan daerah akan regenerasi pemimpin.
Sekretaris 1 OSIS SMAN 5 Tidore Kepulauan, Ardila Usman mengatakan kegiatan ini memberi kesan mendalam bagi pengurus baru.
"Leadership Camp menjadi salah satu pengalaman yang cukup berkesan," ujar Ardila.
Salah satu output yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah kemampuan menyusun portofolio kepemimpinan. Peserta dilatih mendokumentasikan pengalaman organisasi secara terstruktur, mulai dari perencanaan program hingga evaluasi hasil.
Keterampilan ini dinilai penting karena banyak jalur beasiswa, baik dalam maupun luar negeri, mensyaratkan bukti kepemimpinan yang terukur. Pengurus OSIS yang terbiasa mendokumentasikan kinerja organisasi akan lebih siap bersaing di seleksi perguruan tinggi.
Lighthouse School Program sendiri menyasar sekolah-sekolah di Maluku Utara sebagai laboratorium pengembangan budaya positif. SMAN 5 Tidore Kepulauan menjadi salah satu sekolah yang menjalankan program ini dengan melibatkan pengurus OSIS sebagai motor penggerak perubahan di level pelajar.