TIDORE — Kegiatan edukasi tersebut melibatkan Posyandu dan Komunitas Gamalama (Gerakan Mama Mama Peduli dan Cinta Mata Uang Rupiah). Rahmawati menyebut tiga nilai utama yang menjadi dasar program ini, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.
Menurut Rahmawati, pemahaman terhadap Rupiah tidak cukup hanya soal mengenali keaslian uang. Warga juga perlu tahu cara memperlakukan uang kertas agar tidak cepat rusak.
Rahmawati merinci lima larangan dalam merawat uang Rupiah yang dikenal sebagai metode 5J. Aturan itu disampaikannya langsung di depan peserta edukasi.
"Jadi ibu-ibu, sebagai alat pembayaran yang sah, edukasi CBP Rupiah ini sangat penting. Ada tiga nilai utama yaitu Cinta Rupiah, Bangga Rupiah dan Paham Rupiah. Juga ada aturan merawat rupiah dengan metode 5 J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distaples, Jangan diremas dan Jangan dibasahi," jelas Rahmawati.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Sirtalya J. Rando, menambahkan alasan ekonomi di balik imbauan tersebut. Uang kertas yang lusuh akan dimusnahkan dan negara harus mencetak ulang dengan biaya yang tidak sedikit.
"Sebagai pengelola uang rupiah, mama-mama harus paham keasliannya. Rasa menghargai rupiah juga harus ada, jangan sampai merusaknya, karena biaya mencetak uang itu tidak murah. Jika lusuh, uang tersebut akan dimusnahkan, maka harus menjaga uang rupiah tersebut agar tidak mudah rusak," ajak Sirtalya.
Sosialisasi berkala soal CBP Rupiah menyasar dua hal sekaligus: menumbuhkan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, dan mendorong warga mengelola uang secara bijak.
Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara sebelumnya telah menggelar edukasi serupa di sejumlah titik di Kecamatan Oba Utara. Rahmawati berharap pola kolaborasi dengan PKK dan Posyandu tidak berhenti di wilayah itu.
"Olehnya itu kami berharap kepada Deputi Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara agar jangan bosan-bosan untuk terus bekerja sama dengan PKK dan Posyandu untuk menggelar kegiatan edukasi CBP Rupiah ini di Kecamatan, Kelurahan dan Desa lainnya yang ada di Kota Tidore Kepulauan," harapnya.
Kegiatan di Aula Kantor Camat Oba Utara berlangsung Kamis (8/10/2026). Pesertanya adalah kader Posyandu dan ibu-ibu rumah tangga yang sehari-hari memegang pengeluaran keluarga.