MOROTAI — Kamaludin Bunga, nelayan asal Desa Sambiki Tua, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, ditemukan dalam keadaan selamat setelah 21 hari dinyatakan hilang di laut. Ia pertama kali dilaporkan menghilang usai berangkat melaut pada 16 September 2026.
Kabar penemuan itu beredar melalui unggahan keluarga di media sosial Facebook. Menurut informasi yang disampaikan keluarga, Kamaludin ditemukan oleh kapal berbendera Tiongkok pada Rabu 7 Oktober 2026.
Kamaludin meninggalkan Desa Sambiki Tua untuk melaut pada 16 September 2026. Sejak keberangkatan itu, ia tidak kembali dan keluarganya melaporkan kehilangannya.
Selama 21 hari, tidak ada kepastian mengenai keberadaan pria yang akrab disapa Foni tersebut. Titik terang baru muncul ketika sebuah kapal asing menemukannya di laut.
Keluarga Karim Mahasari mengumumkan penemuan Kamaludin melalui akun Facebook. Unggahan itu menjadi sumber informasi awal yang tersebar ke warga Morotai.
"Alhamdulillah, akhirnya nelayan Desa Sambiki Morotai Timur, Kamaludin Bunga alias Foni telah ditemukan oleh kapal Cina, setelah 21 hari setelah dinyatakan hilang," tulis Karim Mahasari.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai proses penemuan maupun kondisi kesehatan Kamaludin usai 21 hari berada di laut.
Kepastian kapan Kamaludin dipulangkan ke Morotai belum diketahui. Kapal berbendera Tiongkok yang menemukannya disebut masih berlayar menuju Tiongkok.
Kondisi itu membuat keluarga di Desa Sambiki Tua belum bisa memastikan jadwal kepulangan Kamaludin. Informasi lebih lanjut mengenai proses pemulangan masih ditunggu.
Penemuan Kamaludin mengakhiri masa pencarian yang berlangsung lebih dari tiga pekan. Kabar keselamatannya disambut keluarga yang sebelumnya hanya mengandalkan informasi dari media sosial.
Belum ada penjelasan dari pemerintah daerah maupun otoritas terkait mengenai langkah pemulangan nelayan tersebut. Keluarga berharap ada kepastian waktu agar Kamaludin bisa segera kembali ke Morotai.