SOFIFI — Sarbin Sehe menegaskan bahwa rangkaian peringatan HUT Maluku Utara ke-27 harus benar-benar terasa di Sofifi. Ia meminta seluruh agenda pemerintahan, olahraga, hingga aktivitas masyarakat dipusatkan di kota yang berstatus ibu kota provinsi itu.
"Saya berharap kepada pimpinan OPD, mulai hari ini sampai 30 hari ke depan, seluruh aktivitas sedapat mungkin dipusatkan di Sofifi," tegas Sarbin saat membuka Road Race Piala Gubernur Malut 2026.
Mantan Kepala Kanwil Sulut itu juga meminta aktivitas pemerintahan di luar Sofifi dikurangi selama rangkaian HUT berlangsung. Menurutnya, pemusatan kegiatan menjadi langkah paling langsung untuk menghadirkan keramaian di ibu kota provinsi.
Sarbin mengakui kondisi Sofifi belum menunjukkan perkembangan yang sebanding dengan usia Maluku Utara yang telah mencapai 27 tahun. Ia menyebut ibu kota provinsi semestinya menjadi pusat pemerintahan sekaligus penggerak aktivitas masyarakat dan ekonomi.
"Kita bersyukur usia Maluku Utara sudah 27 tahun. Meski di usianya yang sudah 27 tahun, Sofifi masih begini-begini saja. Karena itu, kita terus membangun Kota Sofifi ini dan Maluku Utara pada umumnya," ungkapnya.
Pengakuan itu membuka persoalan lama tentang Sofifi yang membutuhkan lebih banyak aktivitas pemerintahan agar statusnya sebagai pusat pemerintahan tidak berhenti pada nama dan kedudukan administratif. Sarbin ingin seluruh agenda Pemprov Malut selama rangkaian HUT benar-benar dipusatkan di Sofifi.
Sejumlah kegiatan yang semula disiapkan untuk HUT RI ke-81 dialihkan ke rangkaian HUT Provinsi Maluku Utara ke-27. Pengalihan itu membuat agenda yang sudah dirancang bisa diarahkan untuk memperkuat aktivitas di ibu kota provinsi.
"Kami berharap kegiatan ini, yang dilakukan dalam rangka HUT RI ke-81, kemudian digeser ke HUT Provinsi ke-27," jelas Sarbin.
Olahraga ditempatkan sebagai salah satu mesin penggerak aktivitas kota. Maluku Utara memiliki berbagai cabang olahraga yang dapat menghadirkan peserta dan penonton dari berbagai daerah, sehingga arus manusia dan transaksi ekonomi diharapkan ikut bergerak bila kegiatan dipusatkan di Sofifi.
"Kita juga berharap Sofifi terus berkembang dengan dinamis. Bahkan, Maluku Utara sudah memiliki sebagian besar cabang olahraga," lanjutnya.
Sarbin menekankan rangkaian HUT Malut ke-27 tidak boleh berhenti pada kegiatan pemerintahan dan olahraga. Pelaku UMKM harus mendapat kesempatan mengambil manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung.
"Kami juga berharap pelaku UMKM dilibatkan, sehingga rangkaian kegiatan HUT ini dapat dirasakan oleh masyarakat," bebernya.
Ia memakai contoh sederhana untuk menggambarkan dampak ekonomi yang ingin diwujudkan. Keramaian kegiatan diyakini menaikkan transaksi pedagang kecil di sekitar lokasi acara.
"Yang biasanya Aqua atau air mineral laku hanya lima botol, namun dengan adanya berbagai rangkaian kegiatan HUT, bisa laku satu dus," katanya lagi.
Sarbin kembali menegaskan agar setiap agenda HUT Malut ke-27 membuka kesempatan nyata bagi pelaku usaha lokal. "Agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan dapat melibatkan UMKM," tambahnya.
Dengan pemusatan aktivitas pemerintahan dan agenda HUT di Sofifi, Pemprov Malut berharap kota itu tidak kembali sepi setelah satu agenda selesai digelar. Kegiatan pemerintahan, olahraga, dan keterlibatan UMKM diharapkan menjadi tiga penggerak yang membuat Sofifi berkembang seperti kota lain di Maluku Utara.