MALUKU UTARA — PT Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program Ocean LiteraSEA: Ocean Capacity di SD Negeri Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, dengan melibatkan 50 siswa dari dua sekolah pesisir. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membangun pemahaman generasi muda terhadap ekosistem laut dan peluang karier di sektor maritim.
Paragraf pembuka: Program yang berlangsung pada Selasa (29/9) itu menghadirkan edukasi interaktif bagi siswa SD Negeri Tanjung Sekong dan SDN Widyatama, didampingi kepala sekolah dan para guru binaan. PIS menggandeng relawan SEAnergi untuk memperkenalkan dunia kemaritiman sejak dini kepada anak-anak yang tumbuh di wilayah pesisir Cilegon.
PIS mengemas kegiatan ini bukan sebagai ceramah satu arah, melainkan lewat permainan Ocean Challenge tentang ekosistem laut, lomba menggambar bertema laut, cerdas cermat kelautan, hingga sesi mendongeng menggunakan buku bertema kemaritiman di perpustakaan sekolah.
Para siswa diajak mengenal lebih dekat industri maritim Indonesia, berbagai profesi di sektor kelautan, serta jalur pendidikan yang bisa ditempuh untuk berkarier di bidang tersebut. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak pesisir melihat laut bukan sekadar ruang hidup sehari-hari, tetapi juga ruang masa depan.
Selain edukasi, PIS memperkuat fasilitas literasi sekolah melalui revitalisasi perpustakaan SD Negeri Tanjung Sekong serta donasi buku-buku bertema laut. Langkah ini menyasar akar masalah literasi kemaritiman yang masih rendah di banyak sekolah pesisir.
Vega Pita, Pjs. Corporate Secretary PIS, menyatakan laut menyimpan begitu banyak peluang bagi generasi muda. "Laut bukan hanya ruang hidup hari ini, tetapi juga ruang masa depan bagi generasi muda kita," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/10).
Muawana, Kepala SD Negeri Tanjung Sekong, menyambut baik program tersebut. "Semoga dengan adanya kegiatan literasi dari Ocean LiteraSEA Pertamina International Shipping ini bisa membangkitkan semangat anak kami untuk belajar literasi di sekolah," ujarnya.
Ocean LiteraSEA pertama kali digelar pada 2023 dan sejak itu menjangkau 69 sekolah pesisir dengan lebih dari 5.500 siswa. Program ini juga melahirkan 40 guru tersertifikasi sebagai pengajar ilmu kelautan serta merevitalisasi 25 perpustakaan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah pilar Advancing Education dalam inisiatif SEAnergi. Vega menegaskan pengembangan industri maritim yang berkelanjutan tidak hanya menuntut penguatan armada, teknologi, dan investasi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang memahami dan peduli terhadap laut.
"Bagi PIS, membangun masa depan maritim tidak cukup hanya dengan kapal, teknologi, dan investasi. Kita juga harus menyiapkan manusianya sejak dini, agar tumbuh generasi yang mencintai laut, memahami potensinya, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran di dalamnya," jelas Vega.
Penutup: Langkah PIS menyasar sisi hulu industri pelayaran nasional, yakni kesiapan sumber daya manusia di daerah pesisir. Dengan 69 sekolah dan ribuan siswa yang sudah tersentuh sejak 2023, program ini menjadi salah satu upaya perusahaan pelat merah itu menjaga keberlanjutan sektor maritim Indonesia dalam jangka panjang.