MOROTAI — Asisten I Sekretariat Daerah Pulau Morotai, Mauluddin Wahab, menyatakan kabut asap muncul sebagai dampak El Nino yang memicu kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah titik. Jarak pandang yang tersisa sekitar satu kilometer itu dinilai mengganggu aktivitas harian warga, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan.
Dampak kabut asap tidak berhenti pada gangguan jarak pandang. Mauluddin menyebut puskesmas-puskesmas di Morotai mulai menerima pasien anak dengan keluhan flu dan batuk yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Keluhan kesehatan itu, menurut Mauluddin, muncul seiring asap dari pembakaran lahan dan semak yang mulai dirasakan warga di permukiman.
"Yang kedua juga kabut asap ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Rata-rata di setiap puskesmas, anak-anak sudah terkena flu dan batuk akibat dari asap itu," katanya.
Meski Morotai belum berstatus darurat kabut asap, Pemkab mulai menyiapkan langkah pencegahan. Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan karena aktivitas itu dinilai menjadi salah satu penyumbang asap terbesar di tengah cuaca kering.
Perhatian khusus diberikan kepada nelayan. Penurunan jarak pandang meningkatkan risiko tersesat bagi mereka yang beraktivitas jauh dari daratan.
"Bagi nelayan apabila melaut itu sudah harus ekstra hati-hati. Jangan sampai akibat kabut terus kehilangan arah dan tidak bisa kembali," ujar Mauluddin.
Selain imbauan larangan membakar lahan, Pemkab meminta warga mengurangi kegiatan tidak mendesak di luar rumah. Bagi yang harus beraktivitas di luar, masker dianjurkan sebagai perlindungan dasar.
Mauluddin menyebut kondisi kabut asap di Morotai berpangkal dari dua hal sekaligus, yakni kekeringan dan kebakaran lahan yang keduanya dipicu El Nino.
"Melihat keadaan yang ada, akibat dari dampak El Nino yang terjadi di Morotai itu dua hal, yaitu kekeringan dan kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap. Jarak pandang saat ini kurang lebih satu kilometer," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material akibat kabut asap. Pemkab menyatakan akan terus memantau perkembangan jarak pandang dan kualitas udara sebelum memutuskan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status darurat jika kondisi memburuk.